Sudah beberapa hari ini, niat gw untuk menunaikan kewajiban sebagai muslim di PA selalu terhalang, entah karna cuaca, kondisi fisik yg tidak memungkinkan, dan juga rasa malas dan hobi menunda2 yg menghampiri. So ketika gw keluar rumah hari ini, dihari libur ini, awalnya tidak ada sedikit niatan untuk mengunjungi PA. tapi mungkin Tuhan masih sayang gw, so gak tau gimana setelah semua urusan refreshing itu beres, langkah gw dibimbingNya untuk mengunjungi PA ini.

Sebetulnya gw telah menjadi donator  semenjak idul qurban 2 tahun yang lalu, awalnya hanya karna iseng(oh yah..klo qurban disana, kita akan dikirimin poto kambing kurban dgn nama kita menggantung dilehernya, lucu bgt loch, ibu gw sampe nangis ketawa ngeliat poto  itu), lama2 menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri….

Tentu saja rezki semua mahkluk sudah ada yg mengatur,

Rezki gw, Reski kamu, dan Rezki anak2 itu.

Tuhan sebenarnya tidak perlu tangan gw dalam menunjukan kasihNya,

gw yg memerlukan bimbinganNya agar dapat selalu berbagi kasih.

Dgn berbagi, gw merasa kehadiran gw dibumi ini bermanfaat. Bukan hanya untuk orang2 terdekat gw, tapi juga sedikit untuk dunia, menjadi bagian dari positive force of the earth.

Dengan berbagi, kebahagian yg gw dapat menjadi berganda…

Dan selama ini, ketika berkunjung ke PA, gw hanya menunaikan kewajiban dan langsung pulang, tak pernah terlintas dipikiran gw untuk menengok keadaan penghuninya. Hal ini mungkin karna dulu, ketika gw masih kecil, Papi beberapa kali mengajak gw ke PA ini dan bermain dgn anak2 yg ada disana, and I guess something happen (my memory a little bit hazy about the detail) then we never comes again, and it break my heart and  I know if my heart  so in ache I only can imagine how theirs…. :(

So anyway…..

Entah mungkin karna dorongan dari Bapak pengurus PA , maka gw jadi tertarik untuk menengok mereka. Tujuannya saya hanya satu, ke bagian bayi, dan ternyata langkah gw terhenti dibagian batita.

Ada seorang anak yg menarik perhatian gw, entah mungkin karena dia satu2nya yg sendirian, sementara anak2 lain sedang bermain2 dgn orang dewasa lain, ada yg sedang diberi makan oleh pengasuhnya, ada yg sedang bercanda dgn sepasang suami istri yg gw kira hendak mengadopsi, atau sekumpulan mahasiswa yg memotret tingkah polah mereka atau dgn kikuk mencoba bercanda dgn anak2 itu.

Ketika gw hampiri, anak tersebut langsung memeluk gw, matanya tampak tidak focus,dan dari mulutnya keluar gumaman2 yg biasanya diucapkan oleh oleh bayi(gw perkirakan usianya 2 tahunnan lah). Ternyata setelah gw tanyakan ke pengasuh disana, anak ini menderita autis, dan anak pemalu, tidak mudah untuk dia mau memeluk orang asing, seperti yg dilakukannya ke gw.

Gw gak akan mengungkapkan gimana perasaan gw ketika dia memeluk gw(ntar dibilang lebay lagi..   :P   ), yg jelas tangan mungilnya gak mau melepaskan pelukan erat itu, bahkan ketika gw sudah cape n pegel ngegendong, mskpn sebenernya dia udah bisa berdiri, tetep tangannya memeluk gw erat, sekali2 mencoba menarik kacamata (My mind goes to my nephew, Lika, she also love pulling my spectacles, won der why?! )

Kemudia mata gw terantuk pada tulisan di depan box bermain anak ini, tertulis: Winda, 8 April 2007.

Hh…. Ingatan gw langsung melayang pada seseorang yg gw kagumi dan sayangi yg berbagi tanggal lahir yg sama dgn Winda. Gw ingat semua hal yg gw kagumi tentang orang itu, rasa percaya dirinya, tekadnya yg keras, serta kemampuannya untuk terus mewujudkan mimpinya,  Orang itu Abang gw….

 Pikiran gw tidak bisa berhenti berpikir bahwa Abang dapat menjadi pribadi yg luar biasa, karna memiliki Ortu yg juga luar biasa…. dan gw bersyukur Alhamdulilah , atas  seluruh  rahmatNya ini.

Pak pengurus yg baik hati itu bercerita panjang lebar mulai dari mukzizat2  yg didapat para Donatur, sampai kisah bagaimana 2 orang anak yg dia didik dan telah berhasil masuk perguruan tinggi negri terbaik dibandung ,berakhir di RSJ dan ada ada yg kehilangan semangat untuk menyelesaikan studinya. Semua menggunakan alas an yg sama:

“whats the point?, percuma saya pintar bila ortu saya saja tidak menginginkan saya”

Sebetulnya apa yg menyebabkan kami (gw dan Abang) memiliki ortu yg luar biasa, sementara ada anak2 seperti Winda yg terlantar. Apa bedanya kami dengan mereka?

Kenapa takdir memilih kami ?

Mungkin, itu juga sebagai ujian bagi kami, untuk selalu ingat untuk berbagi, untuk tidak pernah lupa bersyukur…

Mereka bukan hanya membutuhkan materi, tapi juga kasih sayang dan yg paling penting, inspirasi, akar, sebagai pijakan mereka berdiri sehingga dapat mengembangkan sayapnya setinggi mungkin.

Ah… detik ini juga, saya ingin segera pulang dan memeluk Mami tercinta

Alhamdulilah ya Allah….

Bimbing hamba agar selalu dapat berbagi, ingatkan hamba agar selalu bersyukur

Alhamdulilah………