Sebentar lagi ramadhan akan segera berlalu, dan idul fitri akan segera hadir…
Yang identik dgn hari idul fitri dimana umat yg telah digembleng melaksanakan perintahanya dan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangannya (selama setahun dan intensif ) sebulan ini, adalah kita semua kembali fitri. Kembali ke 0 lagi…
So Allah saja memaafkan kesalahan2 kita, maka sesama manusia juga mesti saling memaaf2kan.
Maaf…
4 huruf yg terdengar mudah tapi sebenarnya gak semudah itu juga (tapi bukan berarti sulit juga sih)
Apa yang akan kamu lakukan pada orang yang melakukan kesalahan yang sama dan selalu minta maaf?
Ada seseorang yg telah bertahun2 saya kenal dgn dekat, setiap lebaran pasti kami saling bermaaf2an. Tapi sering kali gak berapa lama dari hari yg fitri itu, dia sudah mengulang kesalahan yg sama , bahkan sering kali terjadi eskalasi tindakan.
Sebetulnya klo kata maaf berarti saya menerima dia-memang-orangnya-gitu, so gw-yg-sebaiknya-sadar diri-n-meminimalisir- kontak, itu mudah… (karna terus terang, sering kali saya justru merasa kasihan sama orang2 yg-memiliki-prilaku-buruk-yg-mendarah- daging begitu. I mean: gw sih bisa menghindar dari tu orang, tapi tu orang mana bisa menghindar dari dirinya sendiri?! no whare to run,no place to hide eta mah)
Ato klo maaf itu artinya saya tidak menyimpan dendam kesumat, itu lebih mudah lagi… (saya memang bukan pendendam, klo udah lewat, ya udah lah…tinggal cari hikmahnya ajah, gak mutu juga dibahas lagi, tapi klo diulang2?!
)
Tapi maaf itu artinya menghapus, puff!! ilang, gak diungkit2 dan dilupakan, nah….ini baru sulit. Gimana caranya melupakan sesuatu, sedangkan hal tersebut diulang2 terus?! kapan saya punya waktu untuk lupa? kalo diingetin mulu…
Dan klo Cuma diri saya pribadi yg disakiti, saya sih gak terlalu peduli, kenyataannya Allhamdulilah saya selalu dilindungi dari “gelap mata”-nya orang tsb ketika ‘Kumat”. Sebagai contoh klo gak karna perlindungan Tuhan, mungkin saya sudah buta, lebam parah di wajah, bahkan mati karna serangan asma in the middle of no whare (and no line of communication too, so no one can help except God), ato korban kecelakaan lalu lintas dll, dan semuanya gara2 tu orang……
Tapi klo yg disakiti adalah orang yg paling saya sayang di dunia ini, gimana caranya memaafkannya?
Kayaknya gak akan ada deh orang yg dgn gampang memaafkan orang yg telah menyakiti orang yg dikasihinya (meskipun misalnya orang yg saya sayang tsb mungkin sudah memaafkan orang tadi)
Sekali lagi, Maaf….
4 huruf sederhana yg tidak sederhana untuk dilakukan…
Mungkin maaf tuh ada tingkatannya juga kali yah?
yah …..tapi berbeda dgn meminta maaf,, memaafkan adalah urusan saya dgn Tuhan. Bagaimana saya dapat berdamai dgn hati, otak dan jiwa saya.
Menjaga agar hati saya selalu stabil, tidak memendam dendam kesumat
Menjaga agar otak saya selalu berpikir positif thinking, terlepas dgn logika yg berdasarkan data2 tahun2 sebelumnya bahwa tu orang selalu mengulang kesalahan yg sama
Dan menjaga jiwa saya agar selalu jernih, terlepas dari hati yg terlalu sering disakiti ataupun otak yg selalu merekam data buruk tsb, jiwa saya akan selalu berusaha memberi kesempatan orang tersebut untuk berubah, menjadi orang-yg-dapat-menjaga-dan-bertanggung-jawab-dgn-kata-maaf- yg-tlh-dia-ucapkan, menjadi pribadi yg lebih baik…
Klo ternyata dia mengulanginya lagi?!
Yeah..right, surprise me… ^^
….
So selamat menikmati malam2 terakhir ramadhan,
Semoga kita semua lahir fitri kembali
Menjadi orang yg memaafkan dgn tulus
dan menjadi orang yg dapat mempertanggung jawabkan kata maaf….
(amiin ^^ )

2 comments
Comments feed for this article
September 18, 2009 at 1:39 am
kuke
1 kata 4 huruf, honey ^^
September 23, 2009 at 3:26 pm
erana
he he he, yoa
*udah dibenerin tuh