Ada dua perempuan dalam diriku: dia yang selalu mengharapkan segala kesenangan dan petualangan hidup. Dan dia yg ingin menjadi abdi rutinitas, menekuni berbagai hal yg bisa direncanakan dan diwujudkan .
Aku seorang perempuan rumahan dan perempuan petualang, keduanya hidup dalam tubuh yg sama, dan tak henti-hentinya berkelahi..
Pertemuan kedua sosok perempuan dalam tubuhku adalah permainan beresiko tinggi, tapi juga tarian yg kudus. Ketika kami bertaut, kami adalah dua energy ilahi, dua semesta yg saling bertubrukan. Kalau pertemuan itu tidak dilandasi oleh sikap saling menghargai, sudah pasti kedua jagat itu akan saling menghancurkan.
dikutip dari eleven minutes-Paulo Coelho
Awalnya gw kira buku ini bercerita tentang kisah sedih dan tragis dari seorang pelacur, cerita umum yg ketebak awal dan akhirnya, pembenaran kenapa profesi ini yg dipilihnya;alasan mulia dibalik profesi yg sering dianggap hina (padahal siapa yg lebih hina? Penjual atau pembeli?! )
Mungkin karna itu buku ini gw biarkan tergeletak berminggu2, tanpa minat untuk membacanya
Hari ini entah kenapa, gw tergerak untuk membaca buku ini, dan ternyata anggapan awal gw sangat jauh dari isi buku ini sendiri
Benar, buku ini bercerita tentang seorang gadis yg memilih untuk menjadi pelacur, tapi itu hanya bungkus luarnya, hal yg menjadi inti dari kisah ini adlah tentang pilihan hidup, konsekuensi, cita-cita dan cinta…
Buku yg benar2 menarik, mungkin tidak seluar biasa karya Paulo fave gw seperti The alchemist atau The Devil n’ Ms Prym, ini lebih ke arah Veronica decide to die, menarik dan menyegarkan dengan tema sehari2 yg seringkali terlupakan…
Well..enjoy
Next “my life as a fake”

No comments yet
Comments feed for this article